Sudah Diterima Kerja? Ini Hal yang Harus Dilakukan Selanjutnya Jika Kantor Baru Kamu Berada di Luar Kota
Setiap orang tentu ingin karirnya berkembang dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Ya, karir memang seringkali dikaitkan dengan kondisi finansial. Pindah dan bekerja dari satu kota ke kota lain tak jadi masalah bagi beberapa orang demi mengejar karir impian. Mungkin kamu pun termasuk salah satunya?
Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal mudah mengingat saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat. Jika ada tawaran untuk bekerja di luar kota, hal itu sudah sepatutnya disyukuri. Siapa tahu itu adalah jalan menuju jenjang karir yang lebih baik. Tapi harus tetap dengan pertimbangan yang matang. Mulai dari besarnya gaji, jam kerja, hingga potensi jenjang karir di masa depan.
Nah setelah kamu mempertimbangkan semua, dan kamu mantap untuk bekerja di suatu perusahaan di luar kota, berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan selanjutnya:
Mempersiapkan keluarga
Meskipun sudah dewasa, kamu harus tetap meminta restu dari orangtua. Ada baiknya beritahu keluarga jauh-jauh sebelum hari H kamu pindah ke luar kota. Apalagi jika kamu anak tunggal, tak mudah bagi orangtua melepas anak semata wayangnya. Jika mereka keberatan, coba paparkan beberapa alasan tentang pentingnya kamu bekerja ke luar kota, entah itu untuk kelangsungan karir ataupun kondisi finansial keluarga.
Bekerja di kota lain menjadi tantangan sendiri jika kamu sudah berkeluarga. Bagaimana tidak, kamu harus bisa meyakinkan dan memberikan kepada pasangan dan anak supaya mereka tidak keberatan dengan keputusan hijrah yang kamu ambil. Belum lagi memikirkan anak-anak pindah sekolah.
Bicarakan baik-baik kepada mereka, apakah mereka bersedia ikut pindah. Tak mudah meyakinkan pasangan untuk ikut pindah terutama jika ia sudah memiliki karir yang baik di kota tempat tinggal saat ini. Diskusikan hal ini secara baik-baik untuk mencapai kesepakatan bersama.
Merencanakan keuangan
Hal yang paling menggoda untuk bekerja ke luar kota adalah tawaran gaji yang lebih besar. Meski demikian, kamu harus memperhitungkan secara matang kisaran biaya hidup di kota baru tempatmu bekerja. Tak sedikit orang yang hijrah ke kota lain, terutama kota besar, setiap bulannya harus memutar otak agar kebutuhan tercukupi hingga waktu gajian berikutnya. Bahkan banyak yang setiap bulannya terjebak dalam siklus “gali lubang tutup lubang.”
Biaya hidup di setiap kota bisa berbeda-beda. Jika sebelumnya tinggal di daerah lalu pindah ke kota besar apalagi yang dilabeli kota metropolitan, perbedaan biaya hidup bisa sangat signifikan. Apalah arti gaji besar jika biaya hidup juga besar?
Alangkah baiknya jika gaji di perusahaan barumu lebih besar secara signifikan daripada gaji di daerah. Tapi gaji besar juga belum tentu cukup. Di lain sisi, gaji kecil juga bisa cukup. Semua itu tergantung bagaimana kamu mengaturnya melalui perencanaan keuangan yang cermat.
Mencari tempat tinggal
Jika perusahaan memberikan fasilitas tempat tinggal, maka perkara “di mana kamu akan tinggal” tak lagi perlu dipermasalahkan. Tapi jika sebaliknya, kamu harus mencari tempat tinggal sendiri. Apalagi jika tak ada sanak saudara di kota tujuan yang bisa diandalkan.
Pencarian tempat tinggal sebaiknya dimulai dari jauh-jauh hari. Jangan mepet ke hari pertama masuk kerja, yang ada kamu akan kerepotan. Kamu bisa mendapat info kamar kos atau kontrakan rumah melalui situs-situs khusus jual beli properti. Di sana banyak ditampilkan iklan properti berupa kos, kontrakan rumah, hingga apartemen untuk disewakan.
Untuk yang masih lajang, kamu bisa mencari kamar kos. Sementara untuk yang sudah berkeluarga apalagi ada anak, lebih cocok untuk sewa rumah kontrakan. Carilah tempat kos atau sewa rumah kontrakan yang lokasinya dekat tempat kerja. Sebagai pendatang yang belum tahu banyak soal rute jalan, tinggal di hunian dekat tempat kerja akan memudahkan mobilitas sehari-hari.
Mobilitas
Sayangnya, tak mudah mencari hunian sewa dekat tempat kerja yang ideal sesuai keinginan. Kalaupun ada, biasanya sudah penuh, fasilitas terlalu seadanya, ataupun harganya terlalu mahal. Alternatifnya, kamu bisa mencari hunian lain tapi setidaknya terletak di lokasi yang mudah menjangkau tranasportasi massal, seperti halte bus dan stasiun kereta.
Ada baiknya jarak dari hunian ke tempat kerja tak terlalu jauh. Meskipun harga sewa murah, tapi sama saja jika lokasinya terlalu jauh karena kamu harus keluar biaya lebih besar untuk biaya transportasi sehari-hari.
Mempersiapkan mental
Banyak tantangan yang harus dihadapi ketika bekerja di luar kota. Tak cuma ritme dan beban kerja yang berbeda, kamu juga mungkin merasa terasing secara sosial. Ya, gegar budaya tak hanya dialami ketika berpindah negara. Mereka yang pindah kota yang masih satu negara bisa mengalami hal serupa. Terutama jika kota tujuan memiliki karakteristik yang cukup berbeda dari kota asal.
Tak sedikit orang yang pindah dan bekerja di kota lain merasa terasing karena sulit memahami bahasa, tidak cocok dangan citarasa makanan hingga gaya pergaulan yang jauh berbeda. Untuk itu, persiapkan mental sebaik mungkin. Cari tahu karakteristik dan budaya mayoritas masyarakat di kota tujuan guna memudahkan adaptasi.
Gegar budaya memang biasanya hanya terjadi di awal-awal kepindahan. Lama-lama kamu pun akan terbiasa dengan budaya dan gaya hidup masyarakat di tempat tinggal barumu. Tapi jangan salah, gegar budaya bisa membuatmu merasakan kegagalan yang luar biasa. Tak jarang orang yang hijrah ke luar kota ataupun negara tapi sebulan kemudian nekat pulang ke kampung halaman karena mereka merasa tidak cocok dengan lingkungan.
Bekal uang
Selain membuat rencana keuangan untuk biaya hidup nanti, kamu juga mempersiapkan bekal uang yang cukup untuk setidaknya bulan pertama kamu bekerja di kota baru. Ketika kamu mantap untuk bekerja di kota lain, pada tahap awal kepindahan saja kamu memerlukan banyak biaya.
Kamu perlu uang untuk menyewa tempat tinggal. Lalu, biaya transportasi dari kota asal ke kota yang akan menjadi tempat tinggal baru. Ada pula barang-barang yang tak bisa dibawa secara langsung dari rumah. Terutama jika kamu menyewa hunian sewa kosongan alias tanpa fasillitas.
Otomatis diperlukan mobil sewaan untuk mengangkut barang-barang dari rumahmu. Jika tidak, kamu bisa membeli barang-barang yang kamu butuhkan di toko dekat kos atau rumah kontrakan. Selain itu, kamu juga perlu bekal uang untuk keperluan sehari-hari mulai dari biaya makan hingga transportasi.

Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal mudah mengingat saat ini persaingan di dunia kerja semakin ketat. Jika ada tawaran untuk bekerja di luar kota, hal itu sudah sepatutnya disyukuri. Siapa tahu itu adalah jalan menuju jenjang karir yang lebih baik. Tapi harus tetap dengan pertimbangan yang matang. Mulai dari besarnya gaji, jam kerja, hingga potensi jenjang karir di masa depan.
Nah setelah kamu mempertimbangkan semua, dan kamu mantap untuk bekerja di suatu perusahaan di luar kota, berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan selanjutnya:
Mempersiapkan keluarga
Meskipun sudah dewasa, kamu harus tetap meminta restu dari orangtua. Ada baiknya beritahu keluarga jauh-jauh sebelum hari H kamu pindah ke luar kota. Apalagi jika kamu anak tunggal, tak mudah bagi orangtua melepas anak semata wayangnya. Jika mereka keberatan, coba paparkan beberapa alasan tentang pentingnya kamu bekerja ke luar kota, entah itu untuk kelangsungan karir ataupun kondisi finansial keluarga.
Bekerja di kota lain menjadi tantangan sendiri jika kamu sudah berkeluarga. Bagaimana tidak, kamu harus bisa meyakinkan dan memberikan kepada pasangan dan anak supaya mereka tidak keberatan dengan keputusan hijrah yang kamu ambil. Belum lagi memikirkan anak-anak pindah sekolah.
Bicarakan baik-baik kepada mereka, apakah mereka bersedia ikut pindah. Tak mudah meyakinkan pasangan untuk ikut pindah terutama jika ia sudah memiliki karir yang baik di kota tempat tinggal saat ini. Diskusikan hal ini secara baik-baik untuk mencapai kesepakatan bersama.
Merencanakan keuangan
Hal yang paling menggoda untuk bekerja ke luar kota adalah tawaran gaji yang lebih besar. Meski demikian, kamu harus memperhitungkan secara matang kisaran biaya hidup di kota baru tempatmu bekerja. Tak sedikit orang yang hijrah ke kota lain, terutama kota besar, setiap bulannya harus memutar otak agar kebutuhan tercukupi hingga waktu gajian berikutnya. Bahkan banyak yang setiap bulannya terjebak dalam siklus “gali lubang tutup lubang.”
Biaya hidup di setiap kota bisa berbeda-beda. Jika sebelumnya tinggal di daerah lalu pindah ke kota besar apalagi yang dilabeli kota metropolitan, perbedaan biaya hidup bisa sangat signifikan. Apalah arti gaji besar jika biaya hidup juga besar?
Alangkah baiknya jika gaji di perusahaan barumu lebih besar secara signifikan daripada gaji di daerah. Tapi gaji besar juga belum tentu cukup. Di lain sisi, gaji kecil juga bisa cukup. Semua itu tergantung bagaimana kamu mengaturnya melalui perencanaan keuangan yang cermat.
Mencari tempat tinggal
Jika perusahaan memberikan fasilitas tempat tinggal, maka perkara “di mana kamu akan tinggal” tak lagi perlu dipermasalahkan. Tapi jika sebaliknya, kamu harus mencari tempat tinggal sendiri. Apalagi jika tak ada sanak saudara di kota tujuan yang bisa diandalkan.
Pencarian tempat tinggal sebaiknya dimulai dari jauh-jauh hari. Jangan mepet ke hari pertama masuk kerja, yang ada kamu akan kerepotan. Kamu bisa mendapat info kamar kos atau kontrakan rumah melalui situs-situs khusus jual beli properti. Di sana banyak ditampilkan iklan properti berupa kos, kontrakan rumah, hingga apartemen untuk disewakan.
Untuk yang masih lajang, kamu bisa mencari kamar kos. Sementara untuk yang sudah berkeluarga apalagi ada anak, lebih cocok untuk sewa rumah kontrakan. Carilah tempat kos atau sewa rumah kontrakan yang lokasinya dekat tempat kerja. Sebagai pendatang yang belum tahu banyak soal rute jalan, tinggal di hunian dekat tempat kerja akan memudahkan mobilitas sehari-hari.
Mobilitas
Sayangnya, tak mudah mencari hunian sewa dekat tempat kerja yang ideal sesuai keinginan. Kalaupun ada, biasanya sudah penuh, fasilitas terlalu seadanya, ataupun harganya terlalu mahal. Alternatifnya, kamu bisa mencari hunian lain tapi setidaknya terletak di lokasi yang mudah menjangkau tranasportasi massal, seperti halte bus dan stasiun kereta.
Ada baiknya jarak dari hunian ke tempat kerja tak terlalu jauh. Meskipun harga sewa murah, tapi sama saja jika lokasinya terlalu jauh karena kamu harus keluar biaya lebih besar untuk biaya transportasi sehari-hari.
Mempersiapkan mental
Banyak tantangan yang harus dihadapi ketika bekerja di luar kota. Tak cuma ritme dan beban kerja yang berbeda, kamu juga mungkin merasa terasing secara sosial. Ya, gegar budaya tak hanya dialami ketika berpindah negara. Mereka yang pindah kota yang masih satu negara bisa mengalami hal serupa. Terutama jika kota tujuan memiliki karakteristik yang cukup berbeda dari kota asal.
Tak sedikit orang yang pindah dan bekerja di kota lain merasa terasing karena sulit memahami bahasa, tidak cocok dangan citarasa makanan hingga gaya pergaulan yang jauh berbeda. Untuk itu, persiapkan mental sebaik mungkin. Cari tahu karakteristik dan budaya mayoritas masyarakat di kota tujuan guna memudahkan adaptasi.
Gegar budaya memang biasanya hanya terjadi di awal-awal kepindahan. Lama-lama kamu pun akan terbiasa dengan budaya dan gaya hidup masyarakat di tempat tinggal barumu. Tapi jangan salah, gegar budaya bisa membuatmu merasakan kegagalan yang luar biasa. Tak jarang orang yang hijrah ke luar kota ataupun negara tapi sebulan kemudian nekat pulang ke kampung halaman karena mereka merasa tidak cocok dengan lingkungan.
Bekal uang
Selain membuat rencana keuangan untuk biaya hidup nanti, kamu juga mempersiapkan bekal uang yang cukup untuk setidaknya bulan pertama kamu bekerja di kota baru. Ketika kamu mantap untuk bekerja di kota lain, pada tahap awal kepindahan saja kamu memerlukan banyak biaya.
Kamu perlu uang untuk menyewa tempat tinggal. Lalu, biaya transportasi dari kota asal ke kota yang akan menjadi tempat tinggal baru. Ada pula barang-barang yang tak bisa dibawa secara langsung dari rumah. Terutama jika kamu menyewa hunian sewa kosongan alias tanpa fasillitas.
Otomatis diperlukan mobil sewaan untuk mengangkut barang-barang dari rumahmu. Jika tidak, kamu bisa membeli barang-barang yang kamu butuhkan di toko dekat kos atau rumah kontrakan. Selain itu, kamu juga perlu bekal uang untuk keperluan sehari-hari mulai dari biaya makan hingga transportasi.